Langsung ke konten utama

Senja di Teluk Limau

Lama tidak bersuah, kini saya usahakan untuk aktif kembali berbagi hal-hal menarik di sekitaran Bangka Belitung, mulai dari wisata, sejarah, budaya dan banyak lagi. Dan disini saya akan membahas tentang sebuah tempat yang menyenangkan untuk melepaskan penat. Coba searching di mbah Google, ketikkan "bangka" yang muncul pasti kebanyakan gambar pantai semua. Dan seperti itulah kenyataannya. Bangka, sebuah pulau yang dikelilingi oleh pantai-pantainya yang indah, membuat betah untuk berlama-lama berada disini.


Huhuy, ada cewek bray... :D (becanda)
Ya, kali ini saya akan menulis mengenai wisata pantai di Pulau Bangka. Teluk Limau begitu lah masyarakat Bangka mengenalnya, pantai yang terletak di Kabupaten Bangka ini menyimpan banyak daya tarik bagi yang pernah berkunjung. Lokasinya terletak antara Pantai Parai Tenggiri yang begitu terkenal dan Pantai Matras.

Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang halus, air yang jernih yang menyenagkan apabila dikunjungi dengan waktu yang pas. Saya bersama rekan-rekan datang kesini pada bulan maret 2014 lalu, musim yang pas untuk menikmati tenangnya air pantai yang tak bergelombang, bersantai menghilangkan semua beban pikiran.

Pukul 15.30 WIB adalah waktu yang pas untuk datang ke pantai ini, karena matahari mulai bersahabat, cuaca yang tidak terlalu panas, sehingga tidak membuat kulit anda menjadi lebih eksotis :D .  Tetapi perhatian yang kurang dari Pemerintah setempat, masyarakat sekitar, dan pengunjung yang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan pantai ini lama kelamaan akan membuat pantai ini tidak indah seperti dulu lagi. Maka dari itu jagalah selalu kebersihan lingkungan pantai kita, buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Dengan begitu kita semua akan merasa nyaman ketika berada di lingkungan yang bersih.


Untuk berkunjung ke pantai ini, bisa menggunakan kendaraan motor, atau menyewa angkutan umum (carter), karena tidak ada jalur angkutan umum yang menuju kepantai ini, atau bisa merental mobil dengan harga 250 ribu per hari diluar sopir dan bensin.

Salam senja dari Teluk Limau

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…