Langsung ke konten utama

Special 21th


Mungkin agak menyimpang dari tema blog ini, tapi karena moment ini begitu berkesan, maka saya ketok palu untuk menyisipkan moment ini kedalam blog sederhana ini :) .
Tanggal 17 Agustus, ehh salah, Oktober maksudnya :D merupakan hari bersejarah bagi seorang anak manusia yang lahir pada tanggal tersebut di Pangkalpinang. Dan sekarang tanggal 17 Oktober 2014 tepat 21th saya hidup disini (dan disana). Banyak yang telah dilalui, banyak yang telah dijumpai. Bertemu mereka yang memberikan banyak inspirasi.



Tanggal 17 Oktober 2014 sepulang kuliah, kami berkumpul di sebuah cafe dalam rangka acara makan kecil-kecilan. Dari beberapa teman dekat, yang hadir hanya 85% (harapanku 100%). Ada yang tidak bisa ikut karena alasannya kerja, dan lain-lainnya, tapi saya coba menyikapinya dengan bijaksana.
Ketika sibuk menghubungi teman yang tidak bisa ikutan, tiba-tiba suasana berubah seiring bergantinya alunan musik, kue dengan hiasan angka 21 diatasnya datang menghampiri saya dengan dibawakan orang yang spesial juga (bukan pelayan cafe ya :D). Saya pun menjadi salah tingkah, karena semua mata yang datang ke cafe tersebut tertuju pada kami (padahal nggak semua mata). Kemudian dengan berdoa didalam hati, aku pun meniup lilin yang ada dikue (kasian yang pegang kue capek berdiri). Kemudian makan-makan pun dilanjutkan kembali. Ada sih yang berkesan lagi, nggak usah diceritain ya.hehe.
Sekian dulu ceritanya, Special Thanks to @monicaranita yang udah mau mengkoordinir acaranya. :)
@arieokta17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…