Langsung ke konten utama

9 Makanan Bangka yang wajib anda coba

Sudah pernah ke bangka gan? kalo udah? pernah nyobain makanan bangka? apa pendapat agan?
kalo belom yuk mari cobain siapa tahu kecanduan.hehe. Saya akan berbagi beberapa makanan khas bangka belitung, sekedar informasi ya, bukan bagi-bagi makanannya :D . Info ini saya rangkum dari berbagai sumber, semoga mereka yang sudah mau berbagi mendapatkan pahala yang setimpal. Aamiin

1. Lempah Kuning
Masakan lempah yang isinya ikan dengan kuah berbumbu. Kuah lempah ini berwarna kuning dan biasanya ditambahkan dengan irisan nanas untuk menambah cita rasa biasanya juga dikenal dengan Lempah Nanas. Sekarang Lempah kuning semakin berkembang dan tidak hanya ikan yang bisa menjadi bahan pokok, bisa daging ayam dan daging sapi.
(Sumber Gambar : visitbangkabelitung.com)



2. Lempah Darat
Lempah daret ini merupakan lempah sayur-sayuran yang berasal dari darat seperti keladi, dan bahan lainnya. Kuah lempah ini berbumbu rempah-rempah ditambah dengan terasi untuk memperkuat rasa.
(Sumber Gambar : zonabangkabelitung.com)

3. Rusip
makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan teri yang difermentasikan dalam pot atau guci dengan garam, dan disajikan dengan bumbu-bumbu dapur seperti irisan bawang, cabe, perahan jeruk sambal terasa nikmat jika dilahap dengan lalapan sayur seperti timun, pucuk ubi, dan lain-lain.
(Sumber Gambar : Tribunnews.com)

4. Kecalo
Merupakan udang rebon yang difermentasi, tidak jauh beda dengan rusip, tetapi kecalo memiliki rasa yang lebih asin, jadi kurang dianjurkan untuk yang mengidap tensi darah tinggi.
(Sumber gambar : forum.indowebster.com)

5. Sembelingkung (Abon Ikan)
Sejenis abon pada umumnya, tetapi abon ini terbuat dari ikan atau udang. Untuk mencobanya Abon ini bisa ditemukan di toko oleh-oleh khas bangka, seperti Toko LCK
(Sumber Gambar : Toko LCK)

























6. Martabak Bangka (Hok Lo Pan)
Kue yang dibuat menggunakan tepung terigu, diolesi dengan mentega, ditaburi coklat butir campur kacang tanah dan wijen, atau Keju parut campur wijen, kemudian diberikan susu kental manis. Seiring berjalannya waktu, Hok lo Pan semakin berkembang dengan berbagai variasi rasa, tidak hanya sebatas coklat, kacang tanah dan wijen.

7. Kemplang
Terbuat dari udang atau ikan yang dibuat menjadi empek-empek yang diiris tipis, kemudian dijemur hingga kering. Ada yang digoreng, ada yang dipanggang, ada juga yang digoreng pasir. Dan dimakan menggunakan sambal. Bisa di temukan di Toko Oleh-oleh khas Bangka BTS di Jl. Jend. Sudirman.
(Sumber Gambar : Wikipedia)



8. Otak-otak
Terbuat dari ikan, untuk hal ini saya membicarakan otak-otak yang dipanggang dan ditutupi dengan daun pisang dinikmati dengan cuka atau sambal khas bangka. Agan bisa mencobanya di Warung Otak-otak Ase Jl. Kampung Bintang atau Warung Otak-otak Amui di Jl. Melintas
(Sumber Gambar : Food.detik.com)

9. Getes (Kretek)
Bukan kretek rokok ya, makanan ini seperti kempelang yang terbuat dari ikan, tetapi dibentuk bulat atau silinder dan tidak menggunakan sambal. Bisa ditemukan di Toko LCK oleh-oleh khas Bangka.
(Sumber Gambar : indonesiakaya.com)

Demikian ulasan mengenai makanan khas bangka. Selamat mencari dan selamat mencoba :)

Komentar

  1. Kuliner Bangka emng the best ^^

    BalasHapus
  2. ^^ Martabak Bangka diluar bangka harganya mahal euy, terimakasih kunjungannya :)

    BalasHapus
  3. kalau lihat makanan yang berkuah buat ngiler aja,,jadi pengen nyoba makanan khas belitung

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…