Langsung ke konten utama

Jelajah Pulau Putri


Selama ini hanya bisa mendengarkan mengenai Pulau Putri melalui lisan-lisan yang banyak bersuara. melalui sekilas foto terkadang muncul dijejaring sosial. melalui tulisan ini, akan tergambar seputar perjalanan ke pulau putri.

Pagi minggu itu, matahari cerah memberikan semangat untuk segera bangun dari peraduan. Kami berangkat dari Pangkalpinang menuju Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Perjalanan dari Pangkalpinang ke Belinyu membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam (kalo lancar). 

Matahari semakin tinggi, kami tiba di Belinyu dan berhenti di seputaran pasar untuk membeli makan siang dan kembali melanjutkan perjalanan. Perjalanan dari Belinyu ke Penyusuk sebenarnya tidak terlalu jauh, tetapi karena akses jalan yang kecil, dan kurang terawat sehingga membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk menuju Pantai ini.


Sesampainya di Penyusuk, kami menghubungi nomor telepon yang tertera di pinggir pantai "Ojek Pulau Lampu Hub : 0821 8030 xxxx ". Dengan harga 20 ribu rupiah, anda akan diantarkan ke Pulau tujuan anda di sekitar penyusuk, tetapi harga 20 ribu itu kami dapatkan karena kami berjumlah lebih dari 5 orang, mungkin jika kurang dari 5 orang, harga agak sedikit mahal. Dari Penyusuk ke Pulau Putri hanya membutuhkan waktu 10 menit jika cuaca bagus.

Ketika di Pulau Putri, kami disambut oleh putihnya hamparan pasir dan jernihnya air laut membuat siapa pun yang datang ingin segera turun dan mandi bersama ikan-ikan karang yang begitu bersahabat. Akan tetapi kami tertahan karena waktu yang sudah menunjukkan jam makan siang. Setelah menemukan tempat yang pas, dibawah pohon rindang yang teduh kami menggelar semua perbekalan yang dibawa. Satu hal yang menarik bagi saya, ketika anda tiba di Pulau ini, anda akan diberikan sebuah karung plastik untuk menampung sampah-sampah yang anda bawa untuk mengantisipasi agar tidak membuang sampah sembarangan guna menjaga kebersihan lingkungan pulau ini.


Masalah perut memang tidak bisa diajak kompromi, ketika dia berkata lapar, maka segeralah makan, (mulai ngawur) dengan makanan seadanya, suasana yang berbeda, dan orang-orang yang luar biasa (luar biasa lapar.hahaha). Seperti kata +monica ranita dalam artikelnya Sahabat dan Cita-cita masa depan "ketika berkumpul dengan mereka, rasanya kehidupan uang tidak berlaku disana". Itu yang menjadikan mereka luar biasa. Ketika orang-orang hanya berteman sebatas teman kuliah yang bertemu dan berjumpa hanya sebatas waktu dan masalah perkuliahan, atau teman kerja. Disini semua melampaui itu, hanya satu yang belum kesampaian itu "Teman Hidup". Dan semoga semuanya berawal dari sini dari kebersamaan yang terus terjalin.

Matahari mulai menyapa, saya dan mereka beristirahat sejenak, bercanda, bercerita mengenai rencana kedepan. Mandi pantai menjadi pilihan yang tepat. Matahari yang bersahabat menemani siang kami di Pulau Putri, sambil mengelilingi Pulau tersebut.
View Pulau Putri

View Pulau Putri


Tempat bersantai di Pulau Putri



Komentar

  1. Nice bro, ini pantai cuma 30 menit dari rumah saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti orang Belinyu ok bro, salam kenal bro..

      Hapus
  2. saya cuma pernah sampai ke pasar di belinyu beli kerupuk kemplang, saya tinggal di pangkalpinang, kalo mau ke pulau putri ada petunjuk jalan ga ya?

    BalasHapus
  3. Bro ade kontak orjek kapal a dk?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…