Langsung ke konten utama

Pengennya Selfie Bareng Plang Mahameru

Hello Brother,
Bicara masalah rencanan perjalanan di tahun 2015 ini emang sedikit rumit bagi sebagian orang termasuk gue. Masalah ekonomi yang terus berkemelut dalam kantong gue membuat sedikit bingung mengatur pengeluarannya. *Ehh malah curhat*

Apalagi di tambah gue sebagai mahasiswa semester akhir yang bakalan banyak ngeluarin biaya di tahun ini buat kepentingan - kepentingan kuliah. *Tuh kan keterusan curhatnya*

Sumber : www.kisahfoto.com
Ngomong masalah perjalanan. Ada beberapa tempat yang menjadi rencana tujuan gue di tahun ini, satu diantaranya Gunung Semeru dengan Puncaknya Mahameru. Gue punya impian pengen foto selfie bareng papan nama yang ada di Puncak Mahameru, yang ada tulisan 3676 mdpl itu lo. (Gila kali ya, selfie bareng benda mati)

ya suka-suka gue, impian, impian gue..

sumber image : www.wisatagunung.com
Gue pengen ngerasain pengalaman menjelajahi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, menikmati malam syahdu di Ranukumbolo, nyariin jodoh lewat tanjakan cinta, dan motret sedikit Bunga Edelweis untuk sang kekasih. *Ehm*

Nah, masalah foto memoto, potret, kamera dan segala halnya. Gue punya sebuah handphone dengan kamera belakang 5MP. Lumayan sih, tapi nggak asik kan kalo gue foto malem hari pake kamera 5MP tanpa flash yang ada fotonya malah item (red:black). Apalagi waktu nunjukin foto Bunga Edelweis sama pacar, udah bela-belain jalan jauh buat ngambil fotonya dikarenakan hasil gambar yang kurang maksimal, ntar dibilang "itu Edelweis apa Kembang Tahu yank?" kan lucu... :( malu-maluin iya.

Makanya om Adam & Susan , #MauKameraGratis nya dong om, biar nggak malu - maluin selfie di Puncak Mahamerunya sama foto Bunga Edelweisnya nggak bikin kecewa.

Persiapan untuk naik Mahameru udah gue siapin dari pertengahan tahun 2014, beli carrier, cari - cari pinjaman tenda, sleeping bag dan peralatan - peralatan lainnya. Fisik udah mulai dilatih, jogging, olahraga satu minggu sekali. Nabung udah mulai dikit - dikit.

Tuh, niat banget kan om Adam & Susan. Mohon doa dan bantuannya om Adam & Susan biar bisa sukses rencana tahun ini, dan rencana ini tidak sekedar rencana.

Gimana om Adam & Susan, bolehkan, aku #MauKameraGratis.

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam event yang diselenggarakan pergidulu.com dengan hadiah satu buah kamera Canon Powershot SX400 IS. Doain ya, semoga bisa dapet kamera gratis :)
Aamiinin dong dikolom komentar :(
Thanks :)

Komentar

  1. duuh, mahameru nih kayaknya bucketlist semua pendaki gunung ya. termasuk aku jugaaa. semoga bisa kesampean kesana jugaa :)

    kunjungan balik ya kak, http://bit.ly/18vjFR9
    salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, semoga ya, terimakasih udah mampir, salam kenal juga :)

      Hapus
  2. Termasuk wishlist saya, tapi kynya ga kuat kl sampe puncak. Mimpi sampe oro2 ombo aja #baladaorangasma

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan ambil resiko kak.. hehe, masih banyak tempat lain yg lebih cantik.. :)

      Hapus
  3. Asalkan niatnya baik, hati sedang baik, dan impiannya baik, insya Allah Tuhan akan memeluk mimpi2 njenengan, dan Semeru sedang dalam suasana riang gembira. Sekali berhasil memeluk plakat 3.676 mdpl, memang bakal menjadi pengalaman dan pelajaran yang tak akan terlupakan. Semeru tak akan lari dikejar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, semoga Tuhan memudahkan dan melancarkan niat saya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…