Langsung ke konten utama

Yogyakarta dalam lensa

Akhir tahun 2014 lalu saya berkesempatan mengunjungi Jogjakarta, walaupun bukan dalam rangka jalan-jalan mengexplore Jogja tapi lumayan lah, ada sedikit dari sekian banyak objek wisata di Jogjakarta yang bisa diambil. Karena terbatasnya waktu membuat saya terpaku didalam meeting room sebuah hotel, dan baru bisa keluar jalan-jalan di malam terkahir sebelum pulang kembali ke kampung halaman.
Sempat tersesat karena bingung membaca petunjuk jalan ini -_-"
Monumen Perjuangan
Kaget dengan harga makanannya yang murah meriah ^^

Tugu Yogyakarta

Ini Kuda atau Delman?

Pengamen kreatif

Komentar

  1. Ini pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa kah? hehe. Begitulah Yogya, penuh rupa-rupa, foto-fotonya menarik. Kapan ya saya main ke Babel? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, pertama kali ke Yogya, tapi nggak sempat ke Borobudur atau Prambanan yang jadi icon Yogyakarta.hehe , kalo ke Babel nanti kasih tau aja mas, nanti ku ajakin jalan-jalan,hehe :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. iya mas... thankyou for your visit :D , sering-sering mampir ya..hehehe

      Hapus
  3. Foto pertama sama foto tugu nya asik banget!! Ajarin motrettttt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih dalam tahap belajar juga kak :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. iya bener om, jadi pengen balik ke jogja :(

      Hapus
  5. Tuh kan, jadi kangen jogja~ semoga bulan ini atau bulan depan bisa berjodoh dengan jogja lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, semoga, jadi kangen jogja.. :)

      Hapus
  6. Bagus foto-fotonya...hehehe...

    BalasHapus
  7. Kalau makanan di tempat turis sudah mengagetkan dengan harga murahnya, coba datang ke area-area di sekitar kampus, maka kamu akan lebih kaget lagi dengan harganya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, temen-temen yang dijogja juga bilang gitu, :)

      Hapus
  8. hasil fotonya bagus2 banget..
    apalagi fotonya di yogyakarta..rasaanya pngn maen kesana lagi..hehe

    sepak bola | aplikasi android untuk karaoke

    BalasHapus
  9. Yokyakarta emang maknyus.. Kota tercintaku saat kuliah :)

    Emulator Game Android | Prediksi Final UCL 2015

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…