Langsung ke konten utama

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman-teman yang jauh diperantauan.

Di Pangkalpinang aku terlahir. Sebagai ibukota Provinsi, Pangkalpinang juga memiliki cukup banyak destinasi wisata menarik, seperti wisata alam, wisata sejarah, budaya. Akan kuterangi sedikit garis ingatanmu, barangkali tulisan ini menambah sedikit lebih rindu kampung halaman yang telah lama tak kau jajah.

1. Pantai Pasir Padi


Masih ingatkah kau dengan Pasir Padi, walaupun tak seindah Bali, kita pernah menghabiskan waktu sore hanya untuk berkejaran dan memperebutkan sebuah benda bulat yang kadang lari tak rata. Tidak hanya kita, turis-turis yang pernah datang ke Pangkalpinang pasti kenal dengan pantai ini. Pantai yang berjarak hanya 7 Km dari Pangkalpinang ini memiliki pesisir yang cukup panjang, selalu ramai dikunjungi setiap akhir pekan, mulai dari anak-anak, ABG-ABG yang dengan pedenya bergandengan tangan dengan sang pujaan hati (bukan gue), keluarga, hingga Taiji-taiji yang olahraga mencari sedikit keringat sambil menikmati suasana pantai. Sesekali kita pernah mencoba makan disebuah restoran mewah yang bahkan kita tak sempat makan, hanya mencicipi sedikit minum dan harus mengeluarkan uang 60ribu rupiah.

2. Bangka Botanical Garden

Sebelumnya kita pernah duduk-duduk di hijaunya rumput jepang yang tertanam rapi di sebuah wisata yang sudah berkembang beberapa tahun terakhir. Lahan bekas tambang timah disulap menjadi lahan pengembangan holtikultura, penyediaan bibit, peternakan dan pakan ternak. Sesekali kau melempar alas kakiku ke kolam budidaya ikan air tawar. Peternakan sapi perah dan sapi potong menjadi tempat yang sangat kau idam-idamkan, entah mungkin cita-citamu menjadi seorang juragan sapi, tapi aku sebagai sahabat selalu mendukung untuk setiap niat baikmu. Tak hanya fauna, disini juga tersedia berbagai jenis tanaman, termasuk perkebunan buah naga. Letaknya hanya sekitar kurang lebih 50 meter sebelum memasuki gerbang wilayah pantai pasir padi.

3. Alun-alun Taman Merdeka pangkalpinang

Pada suatu malam, kita pernah menghabiskan waktu untuk menikmati satu paket shisha rasa strawberry. Kemudian para penjaja makanan ringan datang menawarkan dagangannya dengan sambutan senyum yang lembut. Kita yang duduk melingkar di tengah lapangan seolah menjadi sinyu (red : pemenang) setelah mengalahkan segerombolan perampok Bank bersenjata laras panjang. Potret sebuah Alun-alun kota yang terletak di pusat kota Pangkalpinang. Mungkin kau lupa dimana tempat ini berada, karena sudah terlalu banyak tertutup revolusi. Terletak di Kilometer 0 kota Pangkalpinang, Taman ini berada di jalan Jenderal Sudirman di depan rumah ex residen di Jalan Merdeka.

4. Gereja GPIB Maranatha


Pernah sesekali kau berlibur di sisi lain Pulau Bangka. Ketika hendak kembali, tak lupa kau mengirimkan pesan singkat lewat media handphone untuk meminta agar aku menjemputmu tepat di depan Gereja tua. Kuceritakan singkat sedikit sejarah Gereja ini. Awalnya dibangun pada tahun 1927, letaknya berdekatan dengan Alun-alun Taman Merdeka. Bangunan gereja ini memiliki menara jam besar yang dulunya sering berbunyi setiap jam 12 siang.

5. Museum Timah Pangkalpinang

Beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 179, Pangkalpinang. Museum ini didirikan tahun 1958 merupakan satu-satunya museum timah di Indonesia dan bahkan di Asia dan sekarang dikelola PT. Timah (Persero) Tbk. Meski telah ada sejak tahun 50-an, Museum yang baru diresmikan pada 2 Agustus 1997 ini menyimpan koleksi peninggalan sejarah khususnya sejarah penambanqan timah di Pulau Bangka Belitung, dan saat ini Museum Timah Indonesia telah diakui sebagai salah satu Benda Cagar Budaya Kota Pangkalpinang. 

6. Masjid Raya Tuatunu

Kita pernah berjalan-jalan di sekitaran Kampung Tuatunu hanya untuk sekedar menguji tamiya siapa yang paling kencang diantara kita dan anak-anak kampung ini. Ya, Tuatunu merupakan sebuah kampung wisata di kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Ada yang baru disini, terdapat sebuah masjid terbesar di Bangka Belitung yakni Masjid Raya Tuatunu. Masjid ini memiliki atap berwarna hijau yang berbentuk menyerupai dulang atau tudung saji dan menara setinggi 47,5 meter. Masjid yang diresmikan pada 20 Maret 2008 ini dibangun di atas tanah seluas 9.920 m2. Memiliki dua lantai, atas dan bawah. Lantai bawah seluas 784 m2, lantai atas 490 m2 dan teras luarnya seluas 520 m2. Menara Masjid Raya Tuatunu tingginya 47,5 meter. Ketika pulang kelak, kau harus melihat betapa megahnya arsitektur kota yang berada di sebuah kampung wisata ini.

7. Masjid Jami' Pangkalpinang

Masjid Jamik, terletak di jalan Masjid Jamik,merupakan salah satu masjid terbesar dan tertua di Pangkalpinang. Dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan 18 Desember 1936 H yang dibuktikan dari tulisan yang masih dapat dilihat pada meja putih terbuat dari marmer. Luas Majid ini ± 900 m² dan dapat menampung jamaah sekitar 2000 orang dibangun di atas lahan seluas 5.662 m². Salah satu keunikan masjid ini adalah antara tangga depan (berbentuk setengah lingkaran) dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga (ukuran kecil) berjumlah 5 tiang, bisa diartikan sebagai Rukun Islam dan antara tembok depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga kecil sebanyak 6 buah (3 sebelah kanan dan 3 sebelah kiri), dapat diartikan sebagai Rukun Iman. karena letaknya yang strategis, masjid ini selalu ramai baik siang ataupun malam hari terutama pada waktu-waktu ibadah umat muslim. Masih ku ingat jelas kala itu kita beristirahat setelah lelahnya pulang dari pasar pada bulan ramadhan. Kita berwudhu dengan menenggak sedikit air wudhu yang masuk ke dalam mulut. hahaha. Itu jaman sekolah dasar.

8. Bangka Trade Centre (BTC)

Bangka Trade Centre adalah pusat perbelanjaan yang berpusat di Pangkal Pinang, lokasinya berada di Pasar Pembangunan Pangkalpinang dan diresmikan pada bulan Agustus 2010. BTC merupakan sebuah tempat untuk kita yang hobi berbelanja. Pernah suatu hari kita tersesat diantara pintu masuk timur dan utara mall ini hingga menghabiskan waktu hampir satu jam. Tak hanya berbelanja, foodcourt yang terdapat di lantai 3 menyajikan beragam jenis makanan untuk menunda rasa laparmu.

9. Milang Ari
Photo : wonderfulpangkalpinang.info
Milang Ari adalah upacara yang berhubungan dengan crisis rate, atau upacara yang berhubungan dengan tahapan tahapan kehidupan manusia khususnya yang berhubungan dengan upacara kematian. Pihak keluarga yang meninggal dunia mengadakan sedekah untuk mengenang yang meninggal dunia.

Dimulai pada hari pertama sampai hari ketujuh, kemudian pada hari ke dua puluh lima (Nyelawe), empat puluh hari, seratus hari (Nyeratus) kemudian seribu hari (Nyeribu), kemudian dilaksanakan pada tiap tahun yang disebut Naun.

10. Masjid Kayu

Berada di pedalaman hutan Tuatunu, Masjid ini baru dibangun beberapa tahun terakhir. Dinding, lantai, jendela dan pintu yang terbuat dari kayu membuat masjid ini lebih dikenal dengan masjid kayu. Kondisi yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan membuat suasana disini lebih tenang, dan membaca Alquran pun lebih hikmat.

11. Tamansari Pangkalpinang

Tamansari dulunya sebuah taman terbuka yang teduh, ditumbuhi pohon-pohon rimbun dan berbagai macam patung-patung hewan seperti gajah, komodo dan lainnya. Letaknya berada di pusat kota Pangkalpinang, berdekatan dengan Alun-alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang. Di dalamnya terdapat Tugu Pergerakan Kemerdekaan. Tugu ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat bangka dalam mempertahankan serta merebut kemerdekaan setelah proklamasi 17 Agustus 1945, dan diresmikan oleh Bung Hatta pada tahun 1949. Berbentuk mirip punden berundak, dilengkapi prasasti surat kuasa kembalinya Ibu Kota Republik Indonesia ke Yogyakarta.

12. Lapangan Golf Girimaya

Seperti namanya, Lapangan Golf ini digunakan sebagai arena bagi penggemar olah raga Golf. Terletak Kecamatan Bukit Intan. Saat ini lapangan golf memiliki 18 hole dan dilengkapi dengan fasilitas ruang locker, café, ruang VIP dan aula serbaguna berkapasitas 100. Tak hanya olahraga golf, disini juga digunakan sebagai jogging trek, dengan udara yang masih alami, kita bisa menikmati jogging pagi atau sore dengan suasana hutan alami. Lapangan golf ini mudah dijangkau dari pusat kota dan sangat dekat dengan Bandara Depati Amir dengan jarak tempuh hanya kurang dari 10 menit.

13. Tradisi Nganggung
 Nganggung di Masjid Raya Tuatunu   |   Photo : Coral Samudra


Sebagai bagian dari rentang dan rumpun tanah Melayu, Pangkalpinang memiliki beragam adat istiadat dan budaya. Keanekaragaman etnis dari berbagai nusantara membentuk budaya yang unik dan menarik, serta kesenian tradisional yang terus berkembang pesat.
Nganggung, merupakan tradisi gotong royong masyarakat Kota Pangkalpinang dengan membawa makanan lengkap di atas dulang kuningan yang ditutup dengan tudung saji. Tiap pintu rumah (keluarga) membawa satu dulang yang terbuat dari Kuningan, berisi makanan sesuai dengan status dan kemampuan keluarga tersebut.
Tradisi Nganggung sering juga disebut dengan adat Sepintu Sedulang. Tradisi ini biasanya dilakukan pada upacara upacara keagamaan, seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, Mauludan, Nisfu Sya’ban, dan pada kegiatan Muharam.
Kegiatan Nganggung biasanya dilakukan di Masjid dan di Kota Pangkalpinang sering dilaksanakan Nganggung Akbar di Rumah Dinas Walikota setelah dilaksanakan pawai Taaruf.

14. Pantai Tanjung Bunga

Tanjung Bunga terletak sebelah selatan Pantai Pasir Padi. Jika datang dari arah SMP N 10 Pangkalpinang, anda bisa menikmati pemandangan pantai dari ketinggian ditambah dengan suasana hilir mudik perahu nelayan di kawasan tanjung bunga. Kawasan Pantai Tanjung Bunga telah memiliki siteplan sebagai kawasan wisata Tanjung Bunga dan sirkuit kawasan terpadu TAC TOS (Tanjung Bunga Circuit and Town Square) dan Exhibition Hall. Di pantai ini terhampar batu-batu yang tersusun indah.

Sudahlah, baiknya kau kembali, kita buat lebih banyak cerita tentang ragam wisata di negeri sepintu sedulang ini.

Tulisan ini dibuat dalam rangka Posting Bareng Travel Bloggers Indonesia yang bertemakan 14 on 14. Baca juga tulisan mereka... ^^


Sumber :
www.visitbangkabelitung.com
wonderfulpangkalpinang.info
Wikipedia
travelblog.ticktab.com


Komentar

  1. Semoga suatu hari bisa ke Bangka ya... Udah masuk bucket list dari lama, tapi belom kesampaian mulu.

    BalasHapus
  2. I love Bangka. I love Indonesia. Tetap berkibar di blogmu bro 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih yuk monica,
      *akugalou* hahaha

      Hapus
  3. aku suka tradisi nganggungnya. itu yg bulet2 warna-warni tudung saji ya? lucuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Astin, itu tudung saji, jadi icon kota Pangkalpinang.hehe

      Hapus
  4. aaaaaak kereeen. Aku malah udah pernahnya ke belitung. Tadi mikir "Pangkal pinang beda gak ya sama tanjung pinang" Eh jauhh kaleee :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda kak, tanjung pinang kalo gak salah di kep. riau ya.hehe

      Hapus
  5. Aahh, Arie. Penceritaannya manis sekali. Pasti kamu rindu sekali pada temanmu yang jauh di sana itu. Semoga tak sampai 14 tahun berpisah yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, bisa jadi kak, belum nyampe 14 tahun, baru 14 hari... :)

      Hapus
  6. Masih berusaha keras mencari bunga di dalam foto Tanjung Bunga. Kalo gak ketemu juga, suatu saat nanti saya harus ke sana sendiri dan mencari tahu kenapa disebut Tanjung Bunga.. Pasti ada Bunganya!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo udah ke Pangkalpinang, tetep gak ketemu juga, barangkali bisa ketemu sama bunga desa nya.. hahaha

      Hapus
  7. foto tradisi nganggung nya lucu banget
    dan berharap suatu saat bisa melihatnya sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. :) Semoga kapan-kapan bisa ke bangka kak

      Hapus
  8. Lapangan Golf Girimaya sepertinya enak buat jogging yaa...banyak pohon2 gt dan hijooo...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, kalo sore biasanya orang-orang banyak jogging disini

      Hapus
  9. Tradisi Nganggung kalo di Belitung Badulang ya? Teringat waktu ke Beltim disajikan makanan dalam dulang2 gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, belum pernah kebelitung mbak, jadi kurang tau... :(

      Hapus
  10. Ternyata museum juga banyak ya di Pangkal Pinang, dan ternyata lagi ada masjid kayu yang unik

    Mantap banget pangkal pinang

    BalasHapus
  11. Entah kapan bisa datang kek Bangka sama Belitung..racun makin banyak menyebar ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, racun traveling.haha :p

      Hapus
  12. Aku suka Botanical Garden dan Gereja Tuanya. Ijooo banget! Kayaknya betah deh berlama-lama di sana.

    Konsepnya bagus, kak. Seolah berkirim surat kepada seorang kawan karib yang lama tak bersua. Kalau setiap poin ada sentuhan personalnya seperti itu, wihhh makin cakep!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. betah, tanya kak citra tuh..hehe, makasih kak nugie

      Hapus
  13. Mesjid Kayu! Pertama kali datang, kirain mesjid tua ratusan tahun. Rupanya baru dibangun. Meh! :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, aok bang tapi dibangun dengan konsep yang sedikit berbeda :p

      Hapus
  14. semoga suatu saat ke pangkal pinang trus temenin ya bang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang, nanti ditemenin, ditunggu kedatangannya :D

      Hapus
  15. Yg No. 9
    Baru denger Tuh namanya
    Biasanya cuma denger tahlilan.
    Lanjutkan bro....

    BalasHapus
    Balasan
    1. biase e kita nyeratus, nyeribu cek.hahaha oke, thankyou cek.. :)

      Hapus
  16. ternyata seru juga ya Pangkalpinang, dulu udah hampir aja mau main kesana, tapi cancel. Suka baca postingan ini, jadi tahu lebih banyak tentang PKP :)

    BalasHapus
  17. Kalo pangkal pinang udah ke jelajah semua nih, yang luar pangkal pinang yang masih banyak 'PR' buat di kunjungi :D

    BalasHapus
  18. Masukin Bangka Botanical Garden sama Pantai Tanjung Bunga ke bucket list ah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu ditemenin nggak kak.hehe :D

      Hapus
  19. Pantai kayaknya jarang orang kesitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bner kak, kalo pantai yang terakhir emang jarang orang kesitu

      Hapus
  20. emang bener yak, indonesia merupakan negara dengan kaya tempat wisata yang indah banget..
    rasanya pngn berkeliling indonesia dan menikmati keindahannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku keliling rumah dulu aja.. :D

      Hapus
  21. Ya Allah... Masjid Kayunya mantap ini. Pengen segera ni rasanya ke Pangkal Pinang. Semoga Cepet. Salam Wisata Jogja! Goodluck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, ditunggu ya. Salam dari Pangkalpinang

      Hapus
  22. Bangka menarik sekali, sebelas dua belas sama tetangganya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetangga yang mana mas, Belitung ya?

      Hapus
  23. Aku tertarik dengan budayanya euy, Tradisi Nganggung dan Milang Ari, pengen tahu lebih dalam soal ini. Mudah2an bisa sampai di Pangkal Pinang suatu hari nanti

    BalasHapus
  24. indonesia emang banyak memiliki tempat yang indah2 yak..apalagi di Pangkalpinang..jdi pngn kesana juga.. pngn minikmati ragam wisata disana plus kuliner.. :9

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuliner di Bangka juga enak-enak lo... :D

      Hapus
  25. Konsepnya bagus, kak. Seolah berkirim surat kepada seorang kawan karib yang lama tak bersua.

    BalasHapus
  26. Itu di saudara ku pernah ikut yang Tradisi Nganggung, keren banget. :)

    BalasHapus
  27. indonesia emang memiliki banyak tempat2 yg indah2 dan rugi apabila tak dikunjungi.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya karena terlalu banyak tempat yang indah jadi bingung mau pergi kemana xD

      Hapus
  28. Waw :D keren banget ini artikel.. Terus posting ya kakak :*

    BalasHapus
  29. Subhanalllah, sumpah keren banged kak.. jadi kepengen kesana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuuk siapin tiket pesawatnya :)

      Hapus
  30. Terima kasih kakak :)
    banyak tempat keren yang bisa dikunjungi ternyata
    keep write kakak :D ditunggu ulasan tempat wisata lainnya...

    BalasHapus
  31. Semoga suatu saat nanti aku bisa pergi ke Bangka ^ ^ Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, ditunggu ya ceritanya tentang Bangka :)

      Hapus
  32. Pengen kesana, dalam waktu dekat. Guide dong kesana hehe bisa email kontaknya bang? santitheta@gmail.com
    Terimakasih

    BalasHapus
  33. Dalam waktu dekat saya meluncur ke bangka, guide dong bang, hehe. Boleh minta kontaknya ke email says? santitheta@gmail.com sekedar buat referensi selama disana. Thx

    BalasHapus
  34. wow... tempatnya bagus sekali... lain kali aku mau kesana ahhh..

    BalasHapus
  35. keren abis dah tempatnya mas.. Moga segera bisa nyusul kesana :)

    BalasHapus
  36. Moga aku segear nyusul kang kesana.. Semangat ngumpulin duit dlu :D

    BalasHapus
  37. Wahhh bangka cakep juga ya...keep semangat untuk terus promosikan wisata indonesia khususnya bangka mba :)

    BalasHapus
  38. Ooppss ternyata wisata Bangka cakep abiiiss.
    wisata kelinci

    BalasHapus
  39. Abis liat ini jadi pengen ke bangka :D ternyata cakep abiss bangkaaa

    BalasHapus
  40. banyak juga ya tempat wisata disana, kapan kapan mampir aah...

    BalasHapus
  41. kereeeeennn...... semoga suatu saat nanti bisa ke Banka...aamiin :D

    BalasHapus
  42. pengen wisata ke bangka...keren kayaknya

    BalasHapus
  43. bang butuh modal berapa sekali berngkat itu?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…