Home » » Banda Aceh, Impian dalam mimpi

Banda Aceh, Impian dalam mimpi

Tidurku malam itu agak sedikit terlambat. Aku sudah tertidur tapi bangun di dalam tidurku. Aku berbaring di atas kasur tipis beberapa centi dari lantai yang dingin. Ku buka kunci layar smartphone yang ku pinjam beberapa hari yang lalu dari seorang teman. Pola Z ku lukiskan pada layar sehingga smartphone tersebut dapat ku gunakan. Browser dengan logo bulat berwarna warni ku sentuh perlahan. Dalam waktu singkat layar blank telah menampilkan tulisan Google. Ku ketikkan pada textbox sebuah kata Aceh dan muncul daftar tulisan dan gambar-gambar seputar Aceh.

Gambar terlihat lebih menarik, ku putuskan mencari informasi seputar aceh melalui gambar-gambar sembari bercerita mengapa Aceh menjadi pilihan.

Aceh adalah destinasi impian ku sejak lama. Sebuah daerah istimewa yang terletak di ujung utara pulau Sumatra tempat yang dianggap memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, Aceh merupakan wilayah yang menjunjung tinggi nilai agama. Tak heran, pemerintah daerah setempat mengharuskan penduduk atau turis berpakaian sopan dan tertutup.
https://eirianto.wordpress.com/
Dimulai dari Masjid kebanggaan masyarakat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman. Dalam perjalanan sejarahnya, masjid ini telah melalui berbagai hal sejak dibangun pertama kali pada tahun 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda. Masjid ini pernah dibakar dalam agresi tentara belanda pada tanggal 10 April 1873 M yang memicu perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda. Major General Johan Harmen Rudolf Kohler sebagai Panglima Belanda pada saat itu meninggal dalam pertempuran tersebut tanggal 14 April 1873 M. Untuk meredakan kemarahan rakyat Aceh terhadap Belanda, atas perintah Jenderal Van Der Heijden, masjid tersebut dibangun kembali pada tahun 1879 M. Pada akhir tahun 2004, masjid ini pernah diterjang tsunami yang menelan korban hingga seratus tujuh puluh ribu jiwa. Namun masjid ini masih tegak berdiri. Aku kagum.

Kekaguman ku terhadap Aceh tak henti sampai disitu. Untuk mengenang peristiwa maha dahsyat pada akhir tahun 2004 itu, dengan cepat dibangun sebuah museum megah hasil rancangan Kang Emil yang menjabat sebagai Walikota Bandung saat ini. Bangunannya yang menyerupai kapal laut membuat museum ini terlihat unik. Di dalamnya terdapat lorong sempit dengan air terjun yang mengeluarkan suara bergemuruh di kedua sisinya seakan mengingatkan dahsyatnya gelombang tsunami pada waktu itu. Ingin sekali aku merasakan secara langsung suasana di dalam museum yang letaknya di jalan Iskandar Muda Banda Aceh ini.
http://www.glory-travel.com/

Tak hanya nilai sejarahnya, ku yakin pesona alam Aceh juga mampu membuat aku lupa bahwa aku sedang bermimpi diatas kasur tipis beberapa centi dari lantai yang dingin. Ketika malam semakin gelap, ku ambil selimut tebal berwarna merah untuk menghadang dingin yang semakin mendekap erat. Pandanganku kembali tertuju pada smartphone pinjaman tadi. Ku sentuh sebuah gambar pantai yang airnya berwarna hijau tosca. Sebuah pantai yang terletak di kota Sabang, Pulau Weh namanya. Letaknya tiga puluh dua kilometer dari Banda Aceh. Pantai Iboih, salah satu pantai cantik dengan fasilitas lengkap yang ada di Pulau Weh. Air laut yang jernih membuatku ingin tak hanya sekedar berenang ketika berkunjung kesini kelak, tapi juga menikmati kecantikan alam bawah lautnya.
Foto : lostpacker.com
Mendengar kata “Sabang” mengingatkan ku pada sebuah lagu karya R. Surarjo, “dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.” Sabang sangat menarik, karena merupakan gerbang di kawasan ujung barat Indonesia, hal ini diperkuat dengan adanya monumen tugu nol kilometer Indonesia. Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Aceh tapi tidak berkunjung ke Sabang. Bagiku sendiri, jika bisa berkunjung ke tugu nol kilometer Indonesia pasti mempunyai kebanggaan tersendiri. Aku bangga menjadi bagian dari Indonesia.
rri.co.id
Sebuah surga bagi pecinta surfing. Simeulue, Pulau mungil ini berbahaya, karena sering diguncang gempa. Letaknya seratus lima puluh kilometer dari lepas pantai barat Aceh. Tapi siapa kira, dibalik bahaya yang mengintai, pantai ini mempunyai panorama yang elok dengan ombaknya yang mencapai ketinggian bisa lebih dari lima meter membuat banyak peselancar dari berbagai penjuru dunia menyalurkan hobinya disini. Tak salah jika tahun 2013 yang lalu, event Aceh International Surfing Championship 2013 mampu mendongkrak dan memperkenalkan Aceh ke tingkat internasional. Barang kali nanti aku harus kesini untuk mengurangi sedikit phobia ku terhadap lautan.
www.hananan.com

www.merdeka.com
Tiba-tiba, sebuah lagu Only God Know Why mengalun merdu entah dari mana. Aku terbangun karena jam alarm yang bernada lagu dari Kidrock tadi sudah menunjukkan jam enam lewat. Hari ini tepat tujuh puluh tahun negeri ini merdeka. Entah kapan aku bisa mewujudkan mimpi-mimpiku termasuk mimpiku berkunjung ke Aceh. Entah kapan itu tak penting, yang harus ku lakukan adalah segera bangun, ku gulung kasur tipis ku, ku lipat selimut merah tebal, kemudian mandi dan bersiap untuk bekerja. Ya, aku harus kembali bekerja demi mewujudkan mimpi-mimpiku. Karena mimpi akan hanya menjadi mimpi jika tidak ada usaha untuk mewujudkan. Bukankah begitu seharusnya?

Tulisan ini dalam rangka Posting Bareng Travel Blogger Indonesia dengan tema Dream Indonesia, lihat mimpi kakak-kakak ini juga yang dituangkan lewat tulisan.

44 komentar:

  1. keren foto-fotonya.. Aceh terutama Sabang memang sangat memikat hati dengan menawarkan keindahan pantai dan bawah lautnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kak, selain pantai dan bawah lautnya Sabang juga mempunyai sejarah yang menarik

      Hapus
  2. Keren, kami tunggu di Aceh ya.

    BalasHapus
  3. Samaaaa. Mau ke Aceh jugaaa. XD
    Semoga kita bisa kesana ya kak. Aamin ya rabbal alamin. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, semoga bisa ke Aceh yaa.... Aamiin :) *penuh harap*

      Hapus
  4. ditunggu ya ke Aceh. jangan lupa kabari yaaa

    BalasHapus
  5. Dan Masjidnya sekarang direnovasi lagi dengan dikasih payung besar gitu kayak di Madinah ya kak?!
    Semoga kita bisa segera ke Aceh dan ibadah di masjid yang penuh mukjizat juga sejarah itu. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, makin bagus ya masjidnya kak. Aamiin semoga di lancarkan niatnya.. :)

      Hapus
  6. saya juga pengen bisa ke aceh plus ke sabang juga nih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pengen, Aceh jadi impian banyak orang ya :)

      Hapus
  7. Sama kak, pengen masuk museum Tsunami itu.
    Semoga bisa ke aceh bareng sama kak adlien juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, museum bersejarah. Aamiin :D

      Hapus
  8. Aku juga ingin ke aceh dari dulu belum kesampaian aja nih
    Semoga di tahun depan bisa kesampean aamiin
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Anggi, ketemu aku aja belum, udah mau ke Aceh.hahaha :D

      Hapus
  9. Ingin sekali menjelajah pantai-pantainya ...

    alee | www.alimuakhir.com

    BalasHapus
  10. Kepengen ke Aceh juga donggg. Mau sholat di masjidnya itu, dan ke Museum Tsunami dan melihat matahari terbenam dari titik terbarat.
    Iya, senja adalah alasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, katanya senja disana salah satu senja paling bagus ya :)

      Hapus
  11. Hati2...kalo udah ke Aceh, nanti kecanduan mau balik lagi lohh.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesti nyiapin rumah dong di Aceh, hehe

      Hapus
  12. Kita sama, bro. Banda Aceh dan Sabang menjadi tempat pertama dalam daftar mimpi Indonesia. Dan keinginan kita pun sama: Masjid Baiturrahman, Pantai Iboih, Tugu Nol Kilometer. Mungkin kita jodoh? #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, mimpinya aja yang sama, tapi siapa tau bisa pergi rame-rame, kan.

      Hapus
  13. samaan kita! pengen ke aceh! semoga kesampaian hehe. banyak pula temen2 TBI yg pengen ke Aceh, nungguin sponsor kalau gitu, trip rame2 haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak yang samaan Kak. Gak ada rencana tapi bisa banyak yang sama. Traveler cilet-cilet aja yang sponsorin.hahaha

      Hapus
  14. Ikutan dong ke Aceh
    *siapin baju pasmina*

    LHO :))

    BalasHapus
  15. Mau dong ke Aceh ...
    Semangat !

    BalasHapus
  16. Kota di sumatera yang belum pernah saya kunjungi tuh ya banda aceh.. jafi judulnya pas banget buat saya... dalam mimpi....

    BalasHapus
  17. karena mimpi harus diwujudkan dan diperjuangkan ya kak, berSEMANGATTT kak buat mimpinyaaa :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak, semangat yaa. hehe
      Semoga mimpi-mimpinya terwujud juga :)

      Hapus
  18. Gara gara pulau weh aknjatuh cinta dengan pulau pula di sisi barat sumatra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pernah ke Pulau Weh, siapa tau bikin jatuh cinta juga sama Indonesia :)

      Hapus
  19. Suka banget dengan tulisannya, Aceh ternyata indah banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak. Iya, Indonesia memang indah :)

      Hapus
  20. wah ternyata aceh keren juga ya, baru tau setelah baca postingan ini ..
    alam bawah laut dan ombak surfingnya juga keren, ah jadi pengen nih kunjungi aceh gan walaupun sempat terjadi bencana tsunami ya tapi masjid ini tetap berdiri megah subhanallah :)


    paket wisata lombok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Aceh memang selalu memikat hati :) Terimakasih

      Hapus
  21. Kaaak Arie, kalo perlu temen jalan ke Aceh. Aku siap diculik wkwkwk.
    Belom kesampean ke Aceh :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belom kesampean kemana - mana, #anakrumahan :(

      Hapus
  22. Jadi tiba tiba kangen pulau weh liat postingan ini hehe

    BalasHapus
  23. Pantainya indah banget...jd ingin ke sana

    BalasHapus

Popular Posts

Selamat Ulang Tahun Kota Pangkalpinang

Pengikut

 
Copyright © 2015 bangkanese.com