Langsung ke konten utama

Membawa Kamera DSLR, Lebih baik menggunakan Ransel Khusus Kamera


Dulu, ketika menggunakan sandal ala Wiro Sableng pendekar kapak dengan angka 2 1 2 atau memanggul tas hampir sebesar kulkas, masih menjadi suatu tontonan yang aneh. Tahun 2009 pertama kali saya mengenal brand outdoor eiger, namun beberapa tahun kemudian baru saya bisa memiliki outdoor gear dari brand eiger itu sendiri, yaitu sebuah sandal yang masih bertahan hingga sekarang. Setelah melihat catalog Eiger Indonesia di Zalora, saya tertarik untuk mengoleksi salah satu backpack dari brand yang namanya terinspirasi dari sebuah nama gunung di Swiss tersebut.

Seperti ransel kamera Eiger yang didesain khusus untuk kamera DSLR. Ransel multifungsi dari Eiger yang dilengkapi multiple pocket untuk membawa lensa dan keperluan lainnya. Dengan ransel khusus kamera, tak perlu khawatir  kamera atau lensa rusak karena ketika dibawa. Karena dengan ransel khusus, kamera akan terlindungi dari guncangan dan kelembaban. Pengalaman saya ketika membawa kamera dslr dengan dua lensa (Tele dan Kit) di letakkan di dalam tas, tanpa pengaman secara bersamaan, ketika akan digunakan, kedua lensa tersebut sudah tidak normal lagi pada autofocus lensa.

Komentar

  1. aku mau beli tas khusus kamera dslr deh, dari dulu ngincernya tas NG yang asli. Tapi harganya lumanyaaan bangeeet. hikz.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NG kelas internatsional kak, aku pun tak sanggup. haha

      Hapus
  2. ini artikel sponsor ya kak? heuheuheu
    salam kenal..

    BalasHapus
  3. Ransel ini mahal gak ya kak ? Liat liat di yang lain mahal2 kali. Belum cocok buat potograper pemula kaya saya ini hihi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

Hoovgebouw van Het Ziekenhui, Sisa dan Sejarah Banka Tin Winning

Jika dimulai dari sejarah, Kota Pangkalpinang mempunyai alur cerita sejarah yang menarik untuk diceritakan. Awalnya bermula ketika Kesultanan Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badarudin I Jayawikromo, namun ketika pada tanggal 17 September 1757 Sultan Mahmud Badarudin I Jayawikromo wafat dan diangkatlah Susuhunan Ahmad Najamuddin Adikusumo sebagai Sultan Palembang yang sebelumnya sudah mendapatkan perintah dan kuasa untuk memimpin pemerintahan dan memperluas daerah Kesultanan Palembang dari Sultan Mahmud Badarudin I Jayawikromo sebelum wafat.
Kota Pangkalpinang dibentuk setelah Kesultanan Palembang dipimpin oleh Susuhunan Ahmad Najamuddin Adikusumo. Beliau memberikan perintah kepada Abang Pahang yang bergelar Tumenggung Dita Menggala dan Depati serta Batin - batin dan Para Krio yang ada di Pulau Bangka untuk mencari pengkal yang akan dijadikan tempat kedudukan Demang dan Jenang untuk mengawasi parit - parit penambangan timah, para pekerja timah, dan mengawasi distribusi timah dari …