Langsung ke konten utama

Lamunan Seorang Bujang Ketika Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Pada suatu hari, di sebuah kota, di sudut gang, di belakang rumah. Sebut saja bujang, usianya tak lebih dari 23 tahun duduk melamun dengan segelas es teh manis yang dibuatnya sendiri. Terlalu menikmati lamunannya, Bujang tak sadar es teh manis yang sudah dibuatnya menjadi tempat para semut bernostalgia.

Lama melamun, Bujang teringat akan es teh manisnya. Dibersihkannya semut - semut yang tadi asyik bernostalgia kemudian Bujang meminum es tersebut, rasanya pun tak lagi dingin. Bujang kembali melamun. Sekitarnya heran menatap tingkah Bujang yang beberapa hari ini lebih banyak diam melamun. Tak ada yang berani membuka obrolan, sekedar menyapa ringan. Hingga hari beranjak petang, seorang kawan Bujang datang dan menyapa.

"Hoi Jang, Ngelamun terus ! "

Bujang kaget, tanpa sengaja, es teh manisnya yang tadi baru diminum seteguk tersenggol, jatuh dan tumpah. Bujang tak berkata - kata, Bujang kembali melamun.

Azan Maghrib berkumandang, setelah membereskan es teh manisnya yang tadi tumpah, Bujang bergerak masuk ke kostannya yang hanya berukuran 3x4 meter. Kawannya yang tadi menyapa sudah duduk lama memandangi televisi tabung berukuran 21 inch. Bujang kembali melamun, memandangi smartphonenya yang tak lagi menyala karena dilanda banjir beberapa bulan lalu.

Sambil memandangi nasib smartphonenya, Bujang membuka obrolan bersama kawannya yang sedang dilema memandangi acara televisi.

"Jika diperbaiki, mungkin akan memakan waktu dan biaya cukup besar untuk smartphone jadul ini," ujar bujang membuka obrolan.

Dengan santai, kawannya tadi menjawab, "beli baru saja, harganya juga tidak terlalu mahal".

Bujang kembali melamun sambil menatap kalender yang berada di depan televisi tapi tak lama. Ketika Adzan maghrib selesai dikumandangkan, Bujang segera berwudhu dan segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, melaksanakan ibadah shalat maghrib.

Jam dinding menunjukkan hampir pukul setengah tujuh. Bujang meminjam smartphone temannya untuk sekedar membuka sosial media yang sudah lama tidak digunakannya semenjak smartphone miliknya rusak. Ketika beralih dari satu sosial media ke sosial media lainnya, Bujang bingung dengan sebuah iklan yang tiba - tiba muncul di layar smartphone temannya. Bujang berniat ingin menghilangkan iklan tersebut, tetapi yang terjadi kemudian muncul sebuah situs online shop di layar smartphone tersebut. Dengan perlahan Bujang mengamati berbagai hal yang ada di online shop tersebut, produk, harga sampai cicilan.
Bujang sedikit tersenyum melihat cicilan yang ditawarkan untuk sebuah produk smartphone, tapi bingung bagaimana cara mendapatkannya. Bujang tak lagi melamun. Setelah smartphone, sekarang giliran sepeda motor temannya yang dipinjam oleh Bujang. Bujang pergi ke sebuah outlet handphone milik temannya yang lain, bukan untuk membeli smartphone, tapi mencari informasi lebih mendalam.

Setelah dijelaskan secara mendetail oleh temannya, senyum Bujang semakin mengembang lebar. Dia seperti menemukan jalan keluar dari permasalahannya. Bujang segera meminjam komputer, mengakses situs online shop tersebut dan membeli smartphone yang sudah ditaksirnya. Dengan dibantu temannya, sekarang Bujang tinggal menunggu smartphone pesanannya dan membayar cicilan bulanan smartphone tersebut dengan harga yang cukup terjangkau.

Bujang pulang dengan hati yang senang, dan kembali membuat es teh manis untuknya dan temannya.

Komentar

  1. Btw, seger nih kayaknya jam segini pas lagi panas gini minum es teh manis punya si bujang itu hehehe.. Turut berbahagia atas si bujang yang dapet smartphone baru dari matahari mall \o/

    Salam, Aa Indra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seger memang, tapi sayang es teh bujang keduluan tumpah, kebanyakan ngelamun.hehe. :)

      Hapus
  2. Tanggal tua itu bisa di kalahkan dengan diskon hingga 80% di mataharimall.com, bener ga ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

Bangkanesia, Perjalanan tanpa Peta

Panas sinar matahari siang itu tak memutuskan semangat untuk kembali berjalan, 5 sepeda motor beriringan menjajal aspal Jl. Koba. Seorang perempuan dua puluh satu tahun duduk manis dibelakangku menemani perjalanan siang itu.

Bangkanesia, perjalanan tanpa peta. Memang itulah adanya, tak tahu pasti dimana tempat itu berada, bermodalkan informasi yang tidak jelas, data yang tidak tersimpan dalam Google Maps membuat perjalanan ini sedikit rumit. Sempat tersesat, terpisah dari rombongan dan bertemu kembali, daerah yang minim signal untuk berkomunikasi menjadi pelajaran hari itu, "Selama ini aku selalu berada di zona nyaman". Bersyukur, hidup di bumi yang masyarakatnya ramah. Tak perlulah takut untuk bertanya, selalu ada orang baik di setiap sudut negeri ini.

Kamu masih disana? lelah pasti terasa. Bosan? ya, perjalanan ini tak pasti ujungnya, entah pulang dengan membawa hasil atau sekedar menghabiskan waktu. Namun ketika berhasil, setidaknya ada sedikit yang bisa diceritakan, jika…