Langsung ke konten utama

Babel Berdayakan Koperwan di Era Milineal

BerKontribusi Bagi Kesejahteraan Bangsa 

PANGKALPINANG -  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan provinsi ke-31 di Indonesia yang resmi menjadi daerah otonom setelah berpisah 
dengan Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 1999. Menginjak di usianya yang ke -20 tahun pada 21 November 2019 mendatang, para pembuat kebijakan di  
daerah ini baik setingkat eksekutif maupun legeslatif serta melibatkan peran serta seluruh element masyarakatnya terus berupaya mereformasi berbagai startegi arah pembangunan khususnya di bidang ekonomi agar lebih berkembang dan mampu mempercepat kesejahteraan bangsa khususnya juga masyarakat Bangka Belitung yang saat ini telah mencapai 1,5 juta jiwa dan tentu saja untuk Indonesia tercinta.

Pola yang diarahkan di era milineal sekarang ini pun tidak lagi hanya fokus pada sektor pertambangan mineral timah saja, seperti yang lazim dilakukan di Bangka Belitung sejak berpuluh-puluh tahun silam baik  melalui tata kelola yang dilakukan perusahaan timah maupun ala timah rakyat. Meskipun pemerintah daerah Babel pun juga menyadari bahwa sektor pertambangan timah pasti akan ada plus minusnya, pertama kontribusi dari setor timah untuk ekonomi Bangka Belitung  yang masih menguasai hingga 32 persen lebih, sehingga tak mudah juga untuk beralih begitu saja dari timah,  kedua, mulai adanya kesadaran juga bahwa kandungan  mineral timah yang ada di dalam perut bumi Bangka Belitung  merupakan sumber daya alam yang tak bisa diperbaharui, sehingga dibutuhkan persiapan dengan alternatif sumber ekonomi lain dari sedari saat ini untuk nantinya tetap siap menghadapi era pasca timah terlebih,  ketiga dampak tambang bagi kerusakan alam akibat eksploitasi timah baik di darat maupun laut juga sangat dirasakan,sehingga upaya menggerakan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam penyelamatan 
lingkungan juga gencar dilakukan. 

Wajib ada alternatif ini  yang harus terus dilakukan secara bertahap melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan  peternakan hingga pariwisata. Sinergi pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi juga terus dibangun guna menemukan konsep yang tepat untuk memanfaatkan serta menambah nilai dari potensi-potensi yang dimiliki Babel. Pola pengembangan terintegrasi pun juga di pilih melalui jalur koperasi, sehingga masing-masing sektor yang juga sudah pasti mempunyai banyak sdm sebagai anggota justeru dapat dimanfaatkan untuk di dorong menseriusi, meningkatkan kapasitas produksi usaha dan produktivitas produk agar nilai jualnya dipasaran pun bertambah. 

Termasuk mengintegrasikan kelompok penggiat UMKM dengan pariwisata, sebab bagi Bangka Belitung kedua potensi ini harus berjalan beriringan jika ingin maju. Disamping itu, kunci pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara ini juga terletak di tangan kaum perempuan, karena kaum hawalah yang mempunyai tugas multifungsi mulai dari mengurus pemenuhan kebutuhan keluarga hingga tak sedikit pula yang justeru menjadi tulang punggung ekonomi. Begitu besarnya peran wanita, terlebih di tengah  masuknya era milineal revolusi industri 4.0, sehingga Pemerintah Provinsi Bangka Belitung khususnya pun juga ikut memberikan perhatian dalam bentuk berbagai program pelatihan dan pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan, kesehatan ,sosial, ketahanan ekonomi keluarga dan enterprenuership.Yang hasilnya diharapkan akan mampu mendorong perempuan Babel menjadi sdm yang mandiri dan berdaya saing  dan mampu memberikan peran atau kontribusi yang lebih baik untuk keluarga, agama, masyarakat, bangsa dan negara.

Tekad inilah yang juga diharapkan oleh Ketua Koperasi Peran  Wanita (Koperwan) Provinsi Bangka Belitung Periode 2015- 2020, Isnawati Hadi. Bersama tim Koperwan Babel ia mengaku terus berupaya untuk ikut teribat membantu pemerintah daerah meningkatkan perekonomian daerah. Pemilik Galery  Kain Tenun Cual dan Batik Cual Khas Babel ini menyebut bahwa Koperwan Babel meski baru berdiri di Babel sejak 2015 dengan jumlah anggota saat ini mencapai 40 orang. Melalui Koperwan ini banyak mendapatkan  pengalaman dan ilmu yang berharga bahkan relasi bisnis yang juga semakin luas. 

"Selama ini melalui Koperwan Babel, saya dan teman-teman pun banyak mendapatkan  pengalaman dan ilmu yang berharga bahkan relasi bisnis yang juga semakin luas.Di samping  juga terus berusaha melakukan berbagai hal mulai dari mendorong untuk peningkatan ekonomi hingga memberikan kepedulian sosial kepada masyarakat khususnya juga kepada para perempuan dan anak yang membutuhkan. Mudah-mudahan melalui Koperwan Babel ini salah satunya saya bersama tim dapat terus ikut mensyukuri atas kelebihan nikmat hidup yang telah diberikan Alloh SWT selama ini dengan  tetap fokus mengembangkan bisnis dan beramal saleh agar bisa mendatangkan kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat bangsa dan negara Indonesia tercinta," harap sosok single parent    yang mampu mengantarkan kesukseskan bagi 5 putra putrinya juga menjadi entreprenuer handal ini

Untuk bisa berbuat lebih besar tersebut, maka di zaman milineal ini, Isnawati Hadi mengaku menyadari sekali bahwa kuncinya adalah juga harus melek dengan kemajuan teknologi, salah satunya tentu saja smartphone. Kehadiran smartphone yang semakin canggih dimasa kini juga membuat para pelaku bisnis  tidak bisa lagi hanya  mengandalkan pejualan order produk secara manual.

"Sekarang ini sudah zaman milineal, hampir semua di sudut kehidupan kita sudah tersentuh dengan kemajuan teknologi. Dan ini pun saya buktikan bahkan dalam bisnisnya khususnya apapun itu memang harus mau dan berani bertranspormasi, contohnya di Babel yang kondisi perekonomian masyarakatnnya sering berfluktuasi, karena juga masih tergantung dengan harga pasaran komoditi timah global, terlebih lagi kalau tidak ditunjang dengan adanya event-event pariwisata yang dilaksanakan di Babel ini, maka  imbasnya penjualan produk UMKM berupa oleh-oleh ataupun kain khas seperti  cual juga akan menurun,"ujar wanita yang akrab disapa Ishadi ini.

Melalui wadah Koperwan inilah juga telah ikut membuka wawasan bahwa di era sekarang ini memang tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan daya beli  pasar lokal. Sangat diperlukan strategi pemasaran dengan memanfaatkan kemajuan era digitalisasi sebagai cara jitu dan paling kekinian. Ishadi mencontohkan dirinya yang dalam mengelola beberapa cabang usaha seperti galery kain tenun cual khas Babel dan cafe maka kini wajib memanfaatkan kecanggihan teknologi, agar promosi lebih luas menjangkau pasar dan omset penjualan pun tetap bisa terangkat, walaupun penjualan produk secara manual relatif sepi.  

Justeru dengan  media digital facebook, twitter, whatsup, istagram pejualan produk kain tenun cual dan batik cual saya tetap bisa meningkat hingga  40 - 50 % dan dengan omset bisa mencapai ratusan juta per bulan.Karena  media digital ini juga membantu promosi kami bisa lebih luas  hingga ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Cina dan lainnya.Bahkan kami juga beberapa kali diajak untuk menggelar pameran di luar negeri," ujar wanita  pekerja keras dan senang bergaul ini.

 Kini Ishadi juga mengaku berharap bersama Koperwan juga dapat terus ikut berbagi  pengalaman dan ilmu khususnya di bidang enterprenuersip kepada kaum perempuan khususnya juga kepada kaum milienal saat ini, mendorong para generasi milineal untuk memiliki rasa bangga menggunakan produk-produk Indonesia khususnya produk Bangka Belitung .  

 Melalui Koperwan, Ishadi pun mengaku  juga bisa bertemu dan akhirnya bergabung  di organisasi Persatuan Wanita Pengusaha Indonesia (Perwira) Babel yang juga konsen untuk dapat terus melakukan berbagai kegiatan sosial, turun langsung dan menyentuh kepada keluarga  para perempuan dan anak di Babel yang memang membutuhkan, bekerjasama dengan sejumlah sekolah di Pangkalpinang dan Bangka Belitung khususnya  untuk mengikuti kegiatan edukasi menenun atau membatik cual yang diselenggarakan di sekolah masing-masing ataupun siswa justeru datang ke Galery Ishadi Kain Cual Babel miliknya yang telah diresmikan beberapa tahun silam. 

Melalui kegiatan ini para siswa di edukasi tentang pentingnya menjadi sosok enterprenuership yang handal dan tetap mampu  bersaing di era digitalisasi. Para generasi milineal juga di arahkan untuk dapat melihat langsung proses pembuatan produk kain tenun cual khas Babel. "Semoga edukasi-edukasi yang kami lakukan ini setidaknya bisa memotivasi serta menumbuhkan kecintaan yang lebih baik dalam  menggunakan produk-produk khas dalam negeri khususnya dari  tanah kelahiran Bangka Belitung. 

"Kami juga cukup sering  menggandeng perempuan-perempuan milineal  di Babel  untuk tampil percaya diri ikut berbagai kesempatan gelaran parade fashionshow  guna mempromsoikan produk kain chual khas Babel di berbagai kesempatan. Anak  milineal sekarang ini pun yang selalu update dengan smartphonenya juga bisa kita ajak  untuk memanfaatkannya sebagai media promosi dan menjual produk tanpa batas waktu dan jarak . Melalui wadah organisasi Koperwan dan organisasi pemberadayaan perempuan lainnya yang kami ikuti, sesunguhnya adalah juga bagian dari upaya untuk mengumpulkan amal baik  bagi  keluarga, agama masyarakat dan negara ini secara kontinyu. Dan karenanya saya juga berharap sedikit apa yang telah kami perbuat ini  bisa terus di ikuti oleh generasi penerus milineal di masa sekarang maupun yang akan datang, karena yang kita harapkan adalah Koperwan bisa berkontribusi terhadap kesejehtaraan bangsa" harap Ishadi lagi.

 Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Koperwan Babel juga mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Bahkan 
Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah pun secara terangan-terangan mengaku sangat optimis bahwa Koperwan Babel dapat menjadi salah satu
saluran pembangunan ekonomi  Babel yang paling tepat di bangun di Babel. Karena ia yakin di dalam Koperwan ada perempuan-perempuan kreatif, inovatif yang juga dapat membantu tugas pemerintah menemukan formula dalam meningkatkan perekonomian di daerah sebagai kontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara. 

 Fatah mengaku percaya bahwa Koperwan merupakan salah satu contoh koperasi yang dinilai cukup produktif khususnya juga dalam membantu menggerakan sektor promosi dan penjualan produk-produk unggulan daerah. Karenanya Pemprov Babel pun sangat konsen melakukan reposisi  koperasi  di era transpormasi  termasuk dengan mengembangkan semangat perkoperasian kepada generasi milineal.

Menurutnya, peran dan fungsi koperasi di era sekarang sudah jauh lebih berkemajuan dari era-era sebelumnya. Sebab kalau dulu yang dipentingkan adalah baru sebatas berapa banyak koperasi yang tumbuh, tetapi di era milineal ini, mindst yang dibangun tentang koperasi adalah harus mampu dan siap bertranspormasi, termasuk dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, sehingga siap bersaing di era digital seperti saat ini.

Para pengelola koperasi seperti juga Koperwan Babel juga di harapkan  harus mereformasi diri agar mampu menambah kemampuan kompetensinya dari sisi sdm maupun pengelolaan koperasi yang dikelola tersebut.Koperwan juga dituntut untuk memiliki yang namanya Art dan Sains di dalam mengajak masyarakat  agar nyaman, bergabung dan berbelanja di koperasi. Sebab kalau koperasi  ini di Babel dapat terus berkembang, para pengurus koperasi dan anggota koperasi  semakin memperisai diri dengan teknologi nformasi dan komunikasi yang seharusnya  dimiliki atau dikuasai oleh penggiat koperasi di era milineal. Bekal ini lah yang juga akan menjadi modal  untuk percaya diri dan siap menghadapi era persaingan global yang semakin ketat dewasa ini.

Wagub juga menyebut Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga mendorong Koperwan Babel dan koperasi-koperasi lainnya melakukan langkah reposisi koperasi di era transformasi, salah satunya dengan melakukan evaluasi terhadap koperasi-koperasi yang ada di Babel  hingga juga rutin memberikan apresiasi  kepada koperasi-koperasi yang dinilai berprestasi dengan reward, yang juga dapat di manfaatkan untuk lebih mengembangkan lembaga koperasinya.

"Di Babel ini kami tidak ingin Koperwan atau koperasi-koperasi  lainnya hanya menjadi sebuah nama saja , tetapi aktivitasnya kosong , makanya kalau ada  ini akan jadi perhatian kami, dan kalau ada koperasi-koperasi yang ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan  tetapi kemudian kondisinya seperti itu , maka kami tidak akan memberikan izin  legalitasnya.

Fatah menegaskan bahwa di era dirinya mendampingi gubernur Babel Erzaldi Rosman  2017- 2022 mendatang, maka sejak awal dan sesuai visi misi pasangan 
ini memang sudah berkomitmen penuh dan ingin terus mengayakan kompetensi dari kapasitas pelaku-pelaku koperasi tersebut , sehingga pengusaan teknologi  digital , informasi dan komunikasi wajib dikuasai oleh para pelaku pengkoperasian milineal di Babel.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena pun juga ikut mendorong kepada Koperwan Babel maupun kepada para koperasi harus menguasi seni dan ilmu dalam mengatur tata kelola koperasinya masing-masing agar semakin berkembang dan mampu berkompetensi. Ia juga menyebut akan tegas kepada koperasi-koperasi yang setelah dilakukan evaluasi ternyata tidak aktif selama 2 tahun berturut-turut maka akan di usulkan untuk dibubarkan, karena ini adalah salah satu upaya reformasi total koperasi  yang diharapkan  dapat menjadikan koperasi-koperasi yang ada di Babel lebih berkualitas ,dapat  terus aktif, update sesuai dengan yang sudah dicantumkan di dalam ODS, sebab pengurus koperasi juga diminta dapat melaporkan hasil RAT-nya secara online melalui aplikasi Online Data System (ODS) tersebut.  Penggiat Koperasi seperti Koperwan Babel agar bisa berbisnis dengan cara milineal pula yakni salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan digitalisasi teknologi informasi, karenanya inilah yang harus ditekankan, di dorong dan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.

" Generasi penggiat koperasi seperti Koperwan di era milineal juga harus bisa melakukan langkah-langkah penggerakan koperasi termasuk dengan berbisnis  yang arahnya diharapkan sekaligus dapat membantu tugas pemerintah mengekspos produk-produk unggulan daerah supaya gerak ekonomi kita pun bisa terangkat. Koperasi harus berbisnis memang harus ikut arus zaman now dengan konsep milineal yang notabenenya mudah,nyaman dan memberikan asas  kesejahteraan yang lebih baik kepada seluruh anggota koperasi dan masyarakat, secara luas,"ujarnya.

Elfiyena juga menyebut, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung ingin agar koperasi yang ada di Babel hingga saat ini mencapai  1008 uni termasuk Koperwan Babel di dalamnya dapat terus aktif dan bertumbuh."Konsen kita sekarang lebih mengangkat kepada koperasi-koperasi serba usaha (KSU) bukan lagi seperti dulu kita masih banyak mainnya ke koperasi simpan pinjam (KSP). Dan saya juga yakin  Koperasi Peran Wanita  (Koperwan) Babel juga bisa menjadi contoh KSU yang berhasil sekaligus dapat mengangkat nama-nama produk unggulan daerah agar dapat lebih mampu  dan siap bersaing di tengah ketatnya persaingan pasar produk saat ini,"harap Elfiyena lagi.

Geliat dan  semangat  tinggi Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk terus meningkatkan sektor pembangunan ekonomi termasuk melalui koperasi dan UMKM juga mendapatkan apresiasi dari  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel yang juga membawahi Palembang, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung. Sabil selaku Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 7 Sumbagsel, menilai meskipun secara  langsung koperasi tidak berada di bawah pengawasan OJK. Tetapi OJK juga  tetap terus ikut  mendorong fokus masyarakat dalam mewaspadai berbagai modus investasi bodong termasuk mengatasnamakan lembaga seperti koperasi.

OJK tentunya juga merupakan lembaga yang telah menginiasi terbentuknya satgas  waspada investasi ini yang juga akan terus ikut melakukan sosialisasi sebagai bagian dari upaya preventif  mencegah orang dari investigasi bodong  atau penawaran-penawaran  yang tidak masuk akal, sehingga satgas waspada investigasi ini juga mengikutsertakan koperasi di dalamnya.

" Melalui satgas waspada investasi ,OJK juga telah ikut memberikan masukan- masukan, intens melakukan langkah-langkah investigasi pencegahan celah-celah investasi bodong dengan juga  melibatkan unsur termasuk aparat hukum.Karena ini sangat penting dan juga perlu mendapatkan perhatian khususnya pula dari para penggiat koperasi era milineal, yang mana kita juga tau milineal itu basicnya pasti ke digital, mengingat  dunia digital juga sangat rentan bahkan dijadikan modus atau cara bagi pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menarik uang masyarakat dengan cara-cara ilegal atau melanggar hukum. 

Sabil juga berharap generasi para penggiat koperasi milienal juga harus betul-betul mampu menyakini bahwa koperasi sebagai salah satu soko guru ekonomi bangsa Indonesia. Oleh karena itu generasi penggiat koperasi milineal juga dituntut mampu berkompetisi, menangkap peluang bisnis seluas-luasnya. Karena di zaman ini tanpa kompetensi yang mumpuni dan menguasai digital justeru akan semakin tertinggal bahkan tergilas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

14 Ragam Wisata dari Tanah Kelahiran

Kawan, adakah sebuah alasan mengapa tanah kelahiran selalu kita rindukan? Adakah alasan lain yang memperkuat kenapa langkah harus kembali ke kampung halaman yang mungkin lebih akrab disapa rumah?

Sejak terbentuk 257 tahun silam, Pangkalpinang dulu hanyalah sebuah pemukiman yang dibangun ditepi sungai yang membelah kota Pangkalpinang saat ini. Sebelum menjadi kota sekarang, Pangkalpinang mengalami proses yang sangat panjang, dimulai dengan ditemukannya biji timah yang tersebar di seluruh penjuru Pulau Bangka, sampai upaya eksploitasi timah dan hasil bumi lainnya oleh berbagai bangsa.

Budaya lokal di tanah kelahiran mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hati dan kaki ini selalu ingin kembali setelah jauh melangkah, atau mungkin indra pengecap rasamu sudah terlalu manis sehingga ingin merasakan asinnya kuliner sederhana dari tanah kelahiranmu. Terkadang ada sedikit rindu dari sebuah foto-foto nostalgia di sebuah kubangan lumpur kecoklatan. Tulisan ini kupersembahkan untuk teman…

5 Pantai yang dekat dari Pangkalpinang

Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain pusat pemerintahan, Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis/perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Jika yang penat dengan keramaian Kota Pangkalpinang ketika menghabiskan akhir pekan, barangkali pantai - pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota bisa menjadi pilihan untuk melepas lelah, entah hanya untuk sekedar duduk sambil menyeruput es kelapa muda, jalan - jalan sore, bahkan berenang. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, pantai pantai ini bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. 1. Pantai Pasirpadi Berada sekitar delapan kilometer dari pusat kota Pangkalpinang tepatnya di kelurahan air itam, pantai ini memiliki garis pantai cukup panjang. Untuk masuk kesini dikenakan tiket masuk dua ribu rupiah untuk sepeda motor dan empat ribu rupiah untuk mobil. Lebih baik pergi dengan menggunakan sepeda motor jika akhir pekan, karena jalan di pesisir pantai terlalu kecil jika mengg…

Banda Aceh, Impian dalam mimpi

Tidurku malam itu agak sedikit terlambat. Aku sudah tertidur tapi bangun di dalam tidurku. Aku berbaring di atas kasur tipis beberapa centi dari lantai yang dingin. Ku buka kunci layar smartphone yang ku pinjam beberapa hari yang lalu dari seorang teman. Pola Z ku lukiskan pada layar sehingga smartphone tersebut dapat ku gunakan. Browser dengan logo bulat berwarna warni ku sentuh perlahan. Dalam waktu singkat layar blank telah menampilkan tulisan Google. Ku ketikkan pada textbox sebuah kata Aceh dan muncul daftar tulisan dan gambar-gambar seputar Aceh.

Gambar terlihat lebih menarik, ku putuskan mencari informasi seputar aceh melalui gambar-gambar sembari bercerita mengapa Aceh menjadi pilihan.
Aceh adalah destinasi impian ku sejak lama. Sebuah daerah istimewa yang terletak di ujung utara pulau Sumatra tempat yang dianggap memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, Aceh merupakan wilayah yang menjunjung tinggi nil…